Rabu, 27 Februari 2013

selamat berbahagia

kamu, menjelma hujan yang berontak di awal tahun.
semacam tidak ingin ditinggalkan dan berakhir menjadi kenangan.
kakiku yang beranjak pergi kau tahan.
tanpa kamu sadari kamu sendirilah yang membuat pilihan, sayang.

mana mungkin aku menyediakan tempat untuk 2 hati?
hatimu sekaligus hatinya; hati kalian yang selalu terpaut.
sungguh, tak ingin aku ciptakan neraka pada hatiku sendiri.

dulu, diam-diam kau pergi.
melepaskan pelukanku, dan mendarat dan terjatuh di depan kakinya.
memohon suatu tempat untuk kau isi.
tanpa kamu tahu, di hatiku pernah kusediakan kau mahkota dan singgasana.

aku berusaha tak bunuh diri,
menganggap kau sudah mati, bukan pergi.

kini. saat hatiku menjelma baja, menguat, mengeras, melepas, ikhlas.
kau kembali.
tak tahukah kau, sayang?
memilih pilihan yang satu, sama dengan menggugurkan pilihan lainnya.

selamat berbahagia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar