di muka bumi ini setiap orang diberkahi 1 talenta yang berbeda-beda. kalau ada yang lebih dari 1, ya itu bonus. bersyukurlah, jangan remehkan yang lainnya.
di sekitar saya, saya sering menemukan orang-orang yang dengan membusungkan dada, merasa jago, mencibir pada orang lain. I want to punch them on their face. errrr
orang yang ga bisa itu mbokya dibantu, disupport, jangan dijauhi, dianggap tidak mengerti.
baiklah, yang diatas itu pengalaman saya sepertinya.
seperti yang sudah saya jelaskan di postingan pertama saya, I'm not a good pharmacist.
saya kuliah di Fakultas Farmasi, tapi hanya pengetahuan umum tentang obat yang saya mengerti.
selebihnya? susah :')
saya lahir dengan seorang ayah apoteker, dulu beliau pernah membuka apotik sekaligus praktek dokter. saya setiap hari berkutat dengan obat-obatan dan sebagainya.
waktu kecil, mainan saya lumpang (alat untuk menggerus obat) dan stetoskop.
SMP saya sudah mulai hafal kegunaan berbagai macam obat.
iya, saya hanya memperhatikan ibu dan ayah saya ketika saya menanyakan "ini obat apa?" "itu untuk apa?"
hanya itu, berbekal pengalaman saja :)
hingga suatu hari, sebelum tes SNMPTN tahun 2011, saya mendaftarkan diri di Fakultas Farmasi.
saya pikir saya bisa, maka saya mengambil resiko yang kelewat besar ini.
hasilnya? tidak lulus.
saya bingung saat itu. saya mau membuat orang tua saya bangga, saya sedih tidak diterima.
saat itu, ayah saya ditawari oleh seorang temannya. masukkan saja anakmu melalui tes JNS (jalur non subsidi) yang berarti ayah saya harus membayar sejumlah uang yang tidak sedikit.
dan beliau, mengambil resiko yang kelewat besar itu.
saat awal-awal masuk semester, lumayan lancar. hingga suatu hari, saya mulai aktif berkegiatan di laboratorium. ah saya benci tempat ini, tempat saya dibentak, dicaci maki.
iya. yang lemah, silahkan keluar..
suatu hari saya pernah tidur jam 5 subuh mengerjakan laporan laboratorium yang bahkan saya tidak mengerti apa isinya. menangis saya malam itu. membenak saya "saya tidak ingin menghabiskan hidup seperti ini'
sejak saat itu, semuanya berubah. IP jeblok. kuliah kacau. Lab terbengkalai.
sementara pandangan sinis mulai berdatangan dari mana-mana.
seharusnya dulu saya lebih bijak memilih. saya bisa masuk sastra Indonesia. saya mungkin diterima kalau mendaftar di Fakultas Hubungan internasional.
sayangnya saya membatu. kemampuan saya tidak saya perhatikan untuk satu hal; saya mau sekaliiiii ini saja jadi kebanggaan.
saya pernah menyampaikan keinginan untuk pindah, ibu saya menangis.
saya bisa apa? hati beliau terluka.
maka saya tetap bertahan, tetap maju meski saya tidak tau dimana akhir perjalanan yang saya mulai sendiri.
saya biarkan takdir membawa saya. ntah kemana.
dan untuk yang selalu mencemooh, meremehkan, menghakimi tanpa perasaan.
suatu hari, ketika saya keluar dari keadaan ini dan kembali berdiri. I'll kick you out.
disini kamu bisa, ditempat lain sayalah juaranya :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar