Rabu, 27 Februari 2013

judge me, I'll kick you out.

saya masih sering bingung dengan orang-orang yang sering meremehkan kredibilitas orang lain. tahu apa kamu? tahu ngejudge doang? hehe.

di muka bumi ini setiap orang diberkahi 1 talenta yang berbeda-beda. kalau ada yang lebih dari 1, ya itu bonus. bersyukurlah, jangan remehkan yang lainnya.
di sekitar saya, saya sering menemukan orang-orang yang dengan membusungkan dada, merasa jago, mencibir pada orang lain. I want to punch them on their face. errrr

orang yang ga bisa itu mbokya dibantu, disupport, jangan dijauhi, dianggap tidak mengerti.

baiklah, yang diatas itu pengalaman saya sepertinya.
seperti yang sudah saya jelaskan di postingan pertama saya, I'm not a good pharmacist.
saya kuliah di Fakultas Farmasi, tapi hanya pengetahuan umum tentang obat yang saya mengerti.
selebihnya? susah :')

saya lahir dengan seorang ayah apoteker, dulu beliau pernah membuka apotik sekaligus praktek dokter. saya setiap hari berkutat dengan obat-obatan dan sebagainya.
waktu kecil, mainan saya lumpang (alat untuk menggerus obat) dan stetoskop.
SMP saya sudah mulai hafal kegunaan berbagai macam obat.
iya, saya hanya memperhatikan ibu dan ayah saya ketika saya menanyakan "ini obat apa?" "itu untuk apa?"
hanya itu, berbekal pengalaman saja :)

hingga suatu hari, sebelum tes SNMPTN tahun 2011, saya mendaftarkan diri di Fakultas Farmasi.
saya pikir saya bisa, maka saya mengambil resiko yang kelewat besar ini.
hasilnya? tidak lulus.

saya bingung saat itu. saya mau membuat orang tua saya bangga, saya sedih tidak diterima.
saat itu, ayah saya ditawari oleh seorang temannya. masukkan saja anakmu melalui tes JNS (jalur non subsidi) yang berarti ayah saya harus membayar sejumlah uang yang tidak sedikit.
dan beliau, mengambil resiko yang kelewat besar itu.

saat awal-awal masuk semester, lumayan lancar. hingga suatu hari, saya mulai aktif berkegiatan di laboratorium. ah saya benci tempat ini, tempat saya dibentak, dicaci maki.
iya. yang lemah, silahkan keluar..
suatu hari saya pernah tidur jam 5 subuh mengerjakan laporan laboratorium yang bahkan saya tidak mengerti apa isinya. menangis saya malam itu. membenak saya "saya tidak ingin menghabiskan hidup seperti ini'

sejak saat itu, semuanya berubah. IP jeblok. kuliah kacau. Lab terbengkalai.
sementara pandangan sinis mulai berdatangan dari mana-mana.

seharusnya dulu saya lebih bijak memilih. saya bisa masuk sastra Indonesia. saya mungkin diterima kalau mendaftar di Fakultas Hubungan internasional.
sayangnya saya membatu. kemampuan saya tidak saya perhatikan untuk satu hal; saya mau sekaliiiii ini saja jadi kebanggaan.

saya pernah menyampaikan keinginan untuk pindah, ibu saya menangis.
saya bisa apa? hati beliau terluka.
maka saya tetap bertahan, tetap maju meski saya tidak tau dimana akhir perjalanan yang saya mulai sendiri.
saya biarkan takdir membawa saya. ntah kemana.

dan untuk yang selalu mencemooh, meremehkan, menghakimi tanpa perasaan.
suatu hari, ketika saya keluar dari keadaan ini dan kembali berdiri. I'll kick you out.
disini kamu bisa, ditempat lain sayalah juaranya :)

selamat berbahagia

kamu, menjelma hujan yang berontak di awal tahun.
semacam tidak ingin ditinggalkan dan berakhir menjadi kenangan.
kakiku yang beranjak pergi kau tahan.
tanpa kamu sadari kamu sendirilah yang membuat pilihan, sayang.

mana mungkin aku menyediakan tempat untuk 2 hati?
hatimu sekaligus hatinya; hati kalian yang selalu terpaut.
sungguh, tak ingin aku ciptakan neraka pada hatiku sendiri.

dulu, diam-diam kau pergi.
melepaskan pelukanku, dan mendarat dan terjatuh di depan kakinya.
memohon suatu tempat untuk kau isi.
tanpa kamu tahu, di hatiku pernah kusediakan kau mahkota dan singgasana.

aku berusaha tak bunuh diri,
menganggap kau sudah mati, bukan pergi.

kini. saat hatiku menjelma baja, menguat, mengeras, melepas, ikhlas.
kau kembali.
tak tahukah kau, sayang?
memilih pilihan yang satu, sama dengan menggugurkan pilihan lainnya.

selamat berbahagia.

Keadilan

Pernah ngerasa ngga berjuang mati-matian untuk sesuatu dan ngga berhasil, sementara ada orang lain yang kelihatannya malah ga berusaha dan mendapatkan apa yang mereka mau?
Ga enak ya berada dalam kondisi yang seperti itu.
Dalam hidup, sejak kita lahir sampai tua bangka selalu saja ada orang yang semena-mena memberi nasehat. "Berjuang terus, jangan mau kalah sama keadaan"
Tanpa mereka tahu, apa yang kita lakukan sudah maksimal, sudah polpolan. Tapi hasilnya? selalu nihil.

Sudah setengah mati kita mencoba mempositifkan pikiran pada kejadian yang seperti ini.
diam-diam mencoba mencari pembenaran pada takdir yang sudah tersusun rapih. padahal di satu sisi hati tetap memaki, otak tetap mengutuk.
Pernah berada dalam posisi seperti ini?

Tapi tahu tidak, selalu ada rencana di balik rencana.
Rencana yang menurut kita sudah terbaik pun tidak selalu berhasil kita selesaikan, sebab rencana yang dimiliki Maha pencipta sungguh lebih baik berkali-kali lipat dibanding milik kita.

Tidak, saya sedang tidak mencari pembenaran pada takdir. Saya hanya lelah memaki dan mulai mengajak otak saya berfikir. Tuhan mengatur aliran air, deru angin, bahkan kemana setiap butir pasir akan berakhir.
lalu apa yang kita khawatirkan?

Yakinlah bahwa mereka yang berusaha lebih, akan mendapatkan lebih pada akhirnya.
Adil bukan?

Senin, 25 April 2011

aku tak butuh pria

aku tak butuh pria yang menanyakan padaku, sudahkah aku makan .. sebab aku tahu, pria yang cerdas, tahu bahwa aku pun bisa mengurus diriku sendiri ..

aku tak butuh pria yang menyuruhku belajar, namun pada saat yang bersamaan ia marah ketika aku terlambat membalas pesannya ..

aku tak butuh pria yang memegang tanganku dengan mesra, sebab yang aku butuhkan adalah seorang pria yang menjauhkan jarak dariku, kemudian berucap “aku menghargaimu”

aku tak butuh pria yang mengajakku memandangi bintang bersama,, sebab aku membutuhkan seorang pria yang mau bermain hujan denganku ..


aku tak butuh pria yang berkata, “selama aku disini aku akan setia” sebab aku membutuhkan seorang pria yang berkata, “aku disini untuk setia selamanya”..

aku tak butuh pria yang menangis saat aku pergi, sebab aku membutuhkan pria yang menahanku saat aku pergi..

aku tak butuh pria yang mengatakan, “ ini privasiku” sebab aku membutuhkan seorang pria yang berkata “aku ingin kau tahu segala hal tentangku”

aku tak butuh pria :)


rain

hujan itu menenangkan,
hujan selalu membawa pada kenangan,
hujan nyanyikan senandung rindu,
hujan buatku tersenyum, walau dalam tangis..
hujan luruhkan air mataku,
hujan ispirasikan aku tentang Tuhan, hidup, cinta, dan mereka ..
hujan hilangkan beban dari pundak ku ..

dan sungguh !
hujan adalah berkah..
sungguh ..
maka jangan takut atas tiap rintiknya,
nikmatilah .. :)

mengapa,??
kuberi alasan padamu teman,

inilah keajaiban hujan :
1. Rata-rata kecepatan jatuhnya air hujan hanyalah 8-10 km/jam.

2. Air jatuh ke bumi dengan kecepatan yang rendah karena titik hujan memiliki bentuk khusus yang meningkatkan efek gesekan atmosfer dan membantu hujan turun ke bumi dengan kecepat-an yang lebih rendah. Andaikan bentuk titik hujan berbeda, atau andaikan atmosfer tidak memiliki sifat gesekan (bayangkan jika hujan terjadi seperti gelembung air yang besar yang turun dari langit), bumi akan menghadapi kehancuran setiap turun hujan

3. Ketinggian minimum awan hujan adalah 1.200 meter.

4. Efek yang ditimbulkan oleh satu tetes air hujan yang jatuh dari ketinggian tersebut sama dengan benda seberat 1 kg yang jatuh dari ketinggian 15 cm.

5. Awan hujan pun dapat ditemui pada ketinggian 10.000 meter.

6. Dalam satu detik, kira-kira 16 juta ton air menguap dari bumi.

7. Jumlah ini sama dengan jumlah air yang turun ke bumi dalam satu detik. Dalam satu tahun, diperkirakan jumlah ini akan mencapai 505x1012 ton. Air terus berputar dalam daur yang seimbang berdasarkan “takaran”.

8. Butiran air hujan berubah bentuk ratusan kali tiap detik.

9. Kalau butiran air hujan itu dibekukan akan membentuk keping kristal yg indah, tidak seperti air biasa yang di bekukan di freezer

10. Setelah hujan turun, tanah, ilalang, rerumputan akan mengeluarkan bau wangi yg khas, senyawa ini dinamakan 'petrichor'.

11. Dan fakta paling misterius dan mengejutkan ilmuan. Hujan memiliki kemampuan untuk menghipnotis manusia untuk me-resonansi-kan ingatan masa lalu. Dan tanpa bisa mendapatkan bukti ilmiah, para ilmuan hanya bisa menyimpulkan “Di dalam hujan, ada lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yg rindu”. Dan pada titik ini, para ilmuan meyakini bahwa manusia biasanya mendapatkan inspirasi.

"Dialah Allah Yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka, apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira" (Al Qur'an, 30:48)

salahku..

aku salah,
ya, dari awal aku memang salah,
aku salah karena telah membuka hati..
dan aku salah karena membiarkan kau menetap disana ..

sekarang, biar kuakhiri..
kulepaskan semuanya,
kurelakan semuanya,
dan takkan kucari kembali

hidupmu, jalanilah..
dan aku akan baik baik saja
cintamu, temukanlah,
dan aku akan ada saat kau dilukainya..

janjiku,
yah, kulepas :)

*aku mengenangmu
kali ini bukan dengan tangis,
tapi dengan senyum..
sungguh!

bersama mereka :)

Hidup itu seperti mendaki .
Terkadang, sesekali kita harus melihat kebelakang .
Bukan untuk hidup di masa lalu .
Tp untuk belajar dan bersyukur, bahwa kita pernah melalui jalan yang sulit . Dan lihatlah kita masih baik baik saja .

Sesekali pula kita harus melihat ke dpn, bukan untuk melihat sukarnya jalan yang akan dilalui .
Tp untuk menyiapkan diri menghadapinya ..

At least, seberat apapun medan yg dilalui .
Jangan sibuk dengan dirimu sndri,
lihatlah sekeliling .
Dan sadari bahwa kau dikelilingi pemandangan indah, dan orang orang yang menyayangimu :)